Syair HAKA dalam Manuskrip Lama Dihidupkan Kembali melalui Karya Audiovisual

Published by admin on

AGAM — Syair karya Haji Abdul Karim Amrullah (HAKA) yang tersimpan dalam manuskrip lama dihidupkan kembali melalui karya audiovisual. Karya berjudul “Nazam Mencari Rezeki Halal” tersebut diluncurkan di MTsS Muhammadiyah Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (7/9/2026).

Peluncuran karya itu menjadi bagian dari Seminar dan Peluncuran Karya “Khazanah Syair dalam Naskah Peninggalan HAKA” yang diselenggarakan oleh Lembaga Surau Intellectual for Conservation (SURI).

Kegiatan tersebut merupakan puncak dari proses penelusuran, digitalisasi, dan alih aksara syair yang terdapat dalam manuskrip peninggalan HAKA. Teks yang telah dialihaksarakan kemudian diolah menjadi rekaman audio dan video agar dapat diakses oleh masyarakat secara lebih luas.

Ketua SURI, Surya Selfika, mengatakan bahwa pengemasan syair dalam bentuk audiovisual dilakukan untuk mendekatkan manuskrip lama kepada generasi sekarang.

“Rangkaian kegiatan dimulai dengan penelusuran dan digitalisasi manuskrip, dilanjutkan dengan alih aksara teks, serta pelatihan produksi audiovisual. Hasil alih aksara kemudian dikemas menjadi rekaman pembacaan syair dalam bentuk audio dan video,” ujar Surya seusai kegiatan.

Menurut Surya, manuskrip tidak cukup hanya disimpan dan didokumentasikan. Kandungan teks di dalamnya juga perlu diperkenalkan kembali kepada masyarakat melalui media yang lebih mudah diakses.

Pemanfaatan teknologi audiovisual diharapkan dapat membuka ruang baru bagi pelestarian sastra Minangkabau. Melalui media tersebut, teks lama tidak berhenti sebagai koleksi, tetapi dapat dibaca, didengar, dan dipahami kembali oleh masyarakat.

Kepala MTsS Muhammadiyah Sungai Batang, Ramadhani, mengapresiasi pelibatan sekolah dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, pengenalan karya HAKA kepada pelajar penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap sejarah dan warisan intelektual daerahnya.

Syair “Nazam Mencari Rezeki Halal” dinilai tidak hanya mengandung nilai keagamaan, tetapi juga pesan pendidikan mengenai usaha, etika, dan cara memperoleh penghidupan secara baik. Pesan tersebut dinilai masih relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Peluncuran karya ditandai dengan pemukulan gandang tambua oleh Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Ratnawati; Kepala MTsS Muhammadiyah Sungai Batang, Ramadhani; Ketua SURI; dan perwakilan narasumber. Acara kemudian dilanjutkan dengan penayangan karya audiovisual “Nazam Mencari Rezeki Halal”.

Kegiatan itu turut dihadiri Wali Jorong Batuang Panjang, Fajri; perwakilan keluarga HAKA dan keluarga Hamka; pengurus Komunitas Pemuda Generasi Hamka; siswa; serta masyarakat sekitar.

Pertunjukan gandang tambua oleh siswa MTsS Muhammadiyah Sungai Batang menutup rangkaian kegiatan. Pelibatan pelajar tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mewariskan khazanah budaya Minangkabau kepada generasi muda. Program ini dilaksanakan SURI melalui dukungan Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat. Selain sebagai upaya pemajuan kebudayaan, kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung penguatan sosial masyarakat pascabencana di kawasan Maninjau.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *